Jangan Percaya Ajakan Taruh Baskom Air & Garam Buat Lawan Asap

1801
SHARE

Kabut asap yang melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan semakin pekat. Tak hanya menyebabkan jarak pandang yang terbatas, kesehatan warga juga ikut terancam.

Kondisi ini membuat pesan berantai atau broadcast message melawan asap bermunculan. Salah satunya adalah ajakan untuk membuat hujan buatan dengan meletakkan air dan garam di luar rumah.

Pesan ini mengajak seluruh warga Indonesia untuk membantu warga yang menjadi korban kabut asap. Baskom air bercampur garam tersebut diminta untuk diletakkan secara serentak pada Kamis (22/10) besok sekitar pukul 11.00 WIB.

“Makin banyak uap air di udara semakin mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di udara,” tulis pesan tersebut.

Penebar pesan mengklaim hal itu merupakan saran yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia. Apakah pesan tersebut benar?

Kepala Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membantah hal tersebut. Dia menyebut ajakan untuk meletakkan air dan garam merupakan pekerjaan yang sia-sia.

“Ini adalah informasi yang menyesatkan,” kata Sutopo beberapa waktu lalu.

sdn-25-siswa-taruh-baskom-air_20150914_144744 kabut-asap-jambi1 516995_12542619092015_kabut-asapSutopo menjelaskan, untuk membentuk uap air hingga terkondensasi diperlukan massa uap air yang banyak. Tidak semudah itu membuat hujan dari penguapan air asin dari jutaan ember sekalipun. Dinamika atmosfer sangat menentukan hujan suatu wilayah.

“Untuk itu tidak usah ikut menyebarkan berita tersebut,” tegas Sutopo.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY