Penemuan-penemuan Penting Ini Diciptakan Saat Peradaban Islam

901
SHARE

Islamofobia belakangan merebak di banyak negara Barat. Sentimen ini dipicu serangan teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ke Prancis yang menewaskan ratusan orang. Membanjirnya imigran muslim ke Eropa mengobarkan lagi kebencian tak berdasar pada muslim.

Dalam rangka mendukung warga Islam, the Huffington Post berusaha meluruskan pandangan keliru orang Barat. Banyak yang mengira pemeluk Islam adalah penyuka kekerasan, serta hidup dalam keterbelakangan. Huffington Post membuktikan sejumlah temuan penting yang kini dinikmati manusia modern hadir berkat andil peradaban Islam.

Jika tahu ilmu penting arsitektur atau kebersihan diri masa kini berasal dari ilmuwan Islam, Huffington Post menduga orang Barat pun akan terkejut. Temuan ini membentang dalam bidang sains hingga seni.

Berikut lima temuan peradaban Islam paling berpengaruh hingga masa kini yang dirangkum Huffington Post:

1. Aljabar

Ilmu konstruksi dunia telah berkembang pesat. Sampai-sampai manusia bisa membangun gedung pencakar langit yang tingginya mendekat satu kilometer dari permukaan tanah.

aljabar

Namun, apa artinya arsitek atau insinyur pandai merancang gedung, tanpa aljabar. Ya, aljabar adalah ilmu yang menjadi pondasi sains terapan modern.

Ilmu hitung ini mulaui dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-12, ketika seorang berdarah Inggris-Arab menerjemahkan karya ilmuwan muslim bernama Al Khwarizmi.

Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 di Uzbekistan, dan wafat pada 850 di Baghdad, Irak. Dia berprofesi sebagai pengajar di madrasah terkemuka Dinasti Abbasiyah.

Rumus Aljabar yang dia kenalkan berdampak tidak sebatas dalam bidang matematika saja, namun lebih meluas ke bidang lain seperti astronomi, astrologi, geografi, hingga kartografi.

2. Sikat Gigi

Islam adalah sebuah agama yang sangat menitik beratkan pada kebersihan badan. Dalam Kitab Suci Al Quran pun hal tersebut tertuang dalam tata cara membersihkan badan. jadi jangan heran bila gigi adalah salah satu bagian penting yang tidak luput akan hal tersebut.

sikat-gigi-pirasi

Dalam sejarah hidup Nabi Besar Muhammad, beliau mencontohkan bagaimana membersihkan gigi dengan menggunakan ranting, atau yang akrab disebut ‘siwak’. Sang nabi sangat rajin dalam melakukan hal itu setiap hari dalam membersihkan giginya.

Meski tidak secara tegas tertulis dalam memberishkan menggunakan siwak dalam kitab, namun apa yang dilakukan nabi sangat sering tertuang dalam hadis riwayat para sahabat nabi.

3. Marching Band

Pasti anda terkesima kala melihat serdadu angkatan memainkan secara kompak drum, cymbal, dan alat band marching lainnya. Namun tahukah anda sejarah dari pertunjukkan spektakuler ini?

marching-band-pirasi

Pada zaman perang terdahulu, umat muslim menggunakan formasi marching band modern dibuat oleh Kerajaan Ottoman Turki, pada abad 19.

Militer Eropa terkagum-kagum melihat atraksi personil marching band Turki. Penampilan para penabuh drum dari Ottoman itu akhirnya ditiru banyak divisi militer Eropa. Kini nyaris semua negara memiliki divisi marching band resmi di kalangan militer maupun sipil.

4. Gitar

Siapa tidak kenal alat musik gitar? Alat musik yang populer di seluruh belahan dunia ini ternyata berasal dari tanah Arab. Pada awalnya alat musik yang memiliki enam yang mempunyai nama berbeda namun dengan fungsi sama.

gitar-pirasi

Pada abad pertengahan, seorang muslim Spanyol menemukan dengan apa yang disebut sekrang sebagai gitar. Dia menyebutnya dengan ‘qitara’. Diceritakan bila alat ini kemudian diundang untuk menunjukkan kebolehannya di Istana Umayyah dibawah penguasa Abdel Rahman II di abad ke sembilan.

Seiring perkembangannya, akhirnya qitara mengalami evolusi menjadi sesuatu yang modern, hingga menjadi alat musik gitar seperti sekarang.

5. Kacamata

Abu Al-Hasan, ilmuwan dari Basra, Irak, menemukan metode bagaimana sebenarnya mata manusia bekerja. Dalam eksperimen dengan material reflektifnya, Hasan membuktikan bila mata tidak bisa berfungsi tanpa sinar pantul.

kacamata

Berkat kesimpulan tersebutlah, akhirnya dia dapat menjelaskan bagaimana bila ada bayangan jatuh tidak tepat dengan sinar pantul. Maka, demi membantu mereka yang mengalami masalah pada penglihatan, Hasan akhirnya dapat meramu sebuah alat yang kini populer dengan nama kacamata.

Tidak sebatas kacamata, dalam pengembangan lanjutannya, Hasan turut andil dalam ilmu lain seperti astronomu dan meterologi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY