Pekerjaan Yang Cocok Buat Para Jomblo

597
SHARE

Kondisi perekonomian yang kian menghimpit kebutuhan hidup, serta kerasnya persaingan dalam mencari pekerjaan, mengharuskan jomblo untuk lebih jeli dan tahu diri. Contohnya, kita ingin bekerja sebagai akuntan, tapi ternyata kita belum sanggup menghitung jumlah kenangan, dan belum lagi jika harus menghitung sudah berapa lama kita menjomblo. Hal ini tentu mengharuskan kita supaya lebih jeli dan tahu diri dalam mencari pekerjaan.

Dalam buku Hadiah Kawin, Pramoedya Ananta Toer berkata bahwa ‘orang merdeka memilih pekerjaan yang disukainya’. Nah, seperti juga tulisan dari Bung Azami, bahwa menjadi jomblo adalah menjadi orang yang merdeka. Anggaplah mencari kerja seperti mencari gebetan baru. Selain mesti lebih jeli dan mesti tahu diri, kita juga perlu memperhatikan kualitas kita sebagai jomblo.

Jadi pekerjaan apakah yang cocok buat jomblo?

1. Penasehat Presiden dan anggota MPR/DPR

Mengapa jomblo cocok menjadi penasehat presiden dan anggota MPR/DPR? Begini, Mblo. Baik presiden maupun anggota MPR/DPR memegang kendali atas sebuah kebijakan. Seperti apa kebijakan itu, tentu sebagai jomblo kita kerap merasakannya. Kebijakan yang kadang kala justru menyengsarakan, bukan menyejahterakan kehidupan jomblo seluruh negeri. Misal masih seringnya jomblo dianggap remeh, dipandang sebelah mata, dicap sebagai kaum tertindas.

jombloo-pekerjaan

Oleh karena itu, jomblo perlu menjadi penasehat presiden dan anggota MPR/DPR. Bukan cocok lagi, tapi sudah sepantasnya jomblo mendapat pekerjaan ini. Demi kemaslahatan dan kesejahteraan hidup jomblo. Demi keadilan sebagai kaum yang tertindas.

2. Jurnalis

Menjadi jurnalis sama pentingnya dengan menjadi wakil rakyat. Karena sejujurnya pekerjaan ini membutuhkan tanggung jawab yang besar. Sudah seharusnya berita yang ditulis mengandung unsur kebenaran. Mau itu tentang mantan yang belum bisa move on, atau tentang kejahatan para pemberi harapan palsu. Karena menulis berita tidak seperti menulis surat cinta; berisi bualan, janji-janji palsu, bahkan hanya sebagai pengalihan isu dari diri yang sedang merasa kangen.

frontcoverpicture

Menjadi jurnalis merupakan pekerjaan yang cocok buat jomblo. Karena di sinilah perjuangan kita menjomblo layak dipertaruhkan. Pertaruhan ini pun bukan soal memperjuangkan kebenaran saja. Tapi keadilan sebagai mantan pacar juga patut kita perjuangkan.

3. Guru

Sampai saat ini pemerintah belum bisa mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah, terlebih di sekolah-sekolah di desa terpencil. Kehidupan yang belum tentu menjamin lantas membikin para guru yang sudah berstatus pegawai negeri mesti berpikir keras—mengantisipasi jika kelak mereka dipindahtugaskan ke sekolah dengan fasilitas yang sangat terbatas. Tapi saya kira pemerintah tak perlu bingung. Serahkan saja pekerjaan mulia ini kepada para jomblo.

Tak perlu kita ragukan cocok atau tidak cocoknya pekerjaan ini buat jomblo. Karena mendidik, mengayomi, mencintai dan menyayangi peserta didik merupakan tugas mulia bagi seorang jomblo. Tapi hati-hati, jangan sampai jadi guru yang cabul ya, Mblo!

4. Editor Buku

Menurut Kak Tiwi, ada lima alasan mengapa editor buku sangat pacar-able: perhatian, tepat waktu, legowo, sabar, dan telaten. Hal inilah yang menyebabkan pekerjaan  sebagai editor buku cocok buat jomblo.

Perhatian terhadap naskah bisa kamu praktekkan dengan cara seberapa sanggup kamu memperhatikan diri kamu sendiri. Atau kalau kamu merasa tertantang, kamu bisa mencobanya dengan cara bersabar jika masih dianggap teman oleh gebetanmu. Dan urusan ketelatenan, ini bisa dilihat seberapa telatennya kamu dalam merawat kenangan.

Kurang apa lagi? Kurang punya pacar saja, sih.

5. Admin Sosmed

Dari keempat pekerjaan di atas, sebetulnya admin sosmed merupakan pekerjaan yang mungkin tidak terlalu istimewa bagi sebagian orang. Tapi buat jomblo, pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang penting. Memang dalam menjadi admin sosmed kita diminta untuk cerdas dalam membalas twit atau komentar dari orang lain. Tapi jangan salah, ternyata dari pekerjaan inilah kita jadi bisa mendapat gebetan baru.

6. Pengarang

Jika kamu sedikit melihat ke belakang, belajar dari sejarah, tentu kamu akan mengetahui bahwapengarang lagu Indonesia Raya ternyata juga jomblo. W.R. Supratman, yang lagunya itu kita nyanyikan tiap upacara bendera, mengarang lagu Indonesia Raya dalam keadaan jomblo. Jadi tidak perlu kita ragukan lagi kalau jomblo cocok jadi seorang pengarang.

Jangankan mengarang lagu, jomblo pun juga bisa mengarang cerita. Bahkan mengarang punya pacar fiktif juga bisa jomblo lakukan. Luar biasa!

Sebenarnya ada satu lagi jenis profesi yang cocok dilakukan jomblo, yakni aktivis. Tapi karena menjadi aktivis bukanlah pekerjaan melainkan tanggung jawab sosial, maka saya lewatkan poin soal aktivis ini. Kalau mau tahu kenapa jadi aktivis ini cocok dilakukan jomblo, coba tanya kenapa Bung Adit masih menjomblo.

Jadi akan sebagai apakah kamu bekerja, Mblo? Semoga kamu tak lupa—seperti tulisan Pram—bahwa orang yang merdeka (baca: jomblo) memilih pekerjaan yang disukainya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY